Kamis, 27 Januari 2011

Project progess

tdi beli chocobitz cholata,mahal,apa ad bedanya ya dengan yg biasa?.bukannya yg kualitasnya bagus itu selalu mahal-w- makanya sy tdi beli dengan percaya diri.Kesel dikit dian sembarangan buka,padahal aku pengen bukanya nanti

semoga project ini sukses amien!!!!hohohoh
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kulkas tiba2 jadi aneh,tiba2 ngeluarin embun gtu,ampir basah couverture mahal saya LOL -w-'' untung kotaknya tebal,tapi embunnya udah bisa nyasar ampe ke permukaan luar plastik *bad feeling*.Waktu aku liat dalemnya,kok jadi ga mulus ye nyeh2x,jadi muncul lemak2 gtu,ah paling ntar pas ditempering balik lagi jadi bagus.Ngapo pulo dian kw buka TT_TT

kira2 apa chocobitz cholata ini akan bertahan sampai waktunya???ah pengen cepet2 eksperiment tapi sebelum saya nyelesain hal2  laen yg nyisa, bawaanya ga bisa~~~~~ a padahal libur
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
11-2-08

manusia hanya bisa merencanakan dan berusaha.Apa project dilanjutkan stelah apa yg terjadi?i love cooking so whatever happens i dont care

Senin, 10 Januari 2011

doodle time

lagi bikin tugas

tugas karya tulis Ilmiah



terus bosen,jadi bikin doodle kilat




ini menggambarkan mood sy sekarang yg iritable,tingkat kepadaian sy mewarnai digital painting dapat terlihat disini





ah kenapa harus ada tugas yah~~~,ah kenapa semua pada nyebeliin kesyel kesyel *labil*
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
15-1-10

males bikin judul baru --'' ahahah,lagian cumma mau nulis dikit,saya mau delete account crepepaper devaiant art saya.soalnya ancur semua isinya...mau bikin baru lagi yg mendingan hahahah....tapi belum ad gambar2x yg mau dimasukkin sih --''
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
20-1-10
baru balik dari liburan,ah coba peginya bareng ortu bisa minta beli'in jaket tdi akh~~~~~ kemaren pas ke singapur nemu merk assesoris  keren tommy thompson namanya klo ga salah -ah lupa,di mall indonesia juga ada...*ngiler* itu baru namanya pendant!! tapi harganya lebih mahal dari  antingan emas putih saya hahaha,rasanya agak berat juga mau belinya pdahal silver tapi juta'an --''

Minggu, 09 Januari 2011

poster2x






ini poster yg saya dan teman buat (Yudi) buat lomba,modelnya om burhan!akakakakaakak.sebenernya dri kemaren pengen upload tapi kekny aneh ngupload sebelum pengumuman -w-''...bru masuk 10 besar

Jumat, 07 Januari 2011

disfungsi otonomik somatoform disorder.

Skenario
¨  Mrs. Cek Molek, a 30- years old house wife, was admitted to the emergency room in Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang with the complaints: dyspnea, palpitation, and epigastric pain.She Thought that She got a heart Attack.She looked very anxious and sweating. These complaints recurrent 1-3 times monthly. She accompanied by her husband, Lanang Belagak, and he told that his wife has been suffered these complaints since 2 years ago. At the begining, her complaints rather infrequent and then increased from time to time. She had been consulted to many doctors, starting from general practitioners in Puskesmas to internist (specialist of internal medicine). Almost all of medical examination procedures had been performed to her, such as ECG, abdominal USG and stomach contrastX ray photos, thoracic X ray photos; complete blood, urine and feces laboratory examination with result in normal limit. Although no pathological finding of all those examinations, she still repeat presented her physical symptoms, and request for more sophisticated examination. Mrs. Cek Molek has been maried since four years. They love each other and already have a three – years old son.
The result from psychiatric interview is as folllow:
¨  Mrs. Cek Molek, about 2 years ago, visited her neighbour who died because of acute cardiac attack. She got information about the symptoms of cardiac disease, i.e: frequent palpitations, chest or epigastic pain and discomfort feeling.
¨  Several days leter, she thought that if she died she would leave her little son alone and woried that none wuold take care of him. The bad thoughts continued, that if she died her little son would get step mothrt. Sometimes, she aware that the bad thoughts that the bad thoughts were useless. But she could’t stop it. Those bad thoughts made her depressed and very anxious and cause palpitation. When she aware that her heart beat was increasing, she felt epigastric pain.
¨  Her premorbid personality characteristic by: over-concern with physical attractiveness so her appearance and behavoiur make her easily to get attention, continuing seeking for appreciation by others, and emotional labile (Histrionic personality).
       I.            Klarifikasi Istilah
a.        dyspnea                                :  sesak napas
b.        palpitasi                                :  jantung berdebar
c.        epigastric pain                 :  nyeri pada ulu hati
d.        heart attack                       :  serangan jantung
e.        anxious                                  :  suatu perasaan takut yang tidak menyenangkan san tidak dapat dibernarkan disertai gejala fisiologis
f.         sweating                               :  berkeringat
g.        depressed                           :  perasaan tertekan
h.        over concern                    :  perhatian yang berlebihan
i.         physical attractiveness:                  daya tarik fisik
j.         histrionic personality  :  kepribadian yang terlalu peduli dengan daya tarik fisik, ekspresi emosi yang dibuat-buat, dan keadaan sensitive yang dangkal serta labil
k.        ECG                                          :  alat untuk memeriksa jantung dengan gelombang listrik
l.         USG                                          :  alat pencitraan 2 dimensi yang menggunakan gelombang suara
m.      X-ray                                        :  pemeriksaan dengan sinar X
n.        Frequent palpitation   :  perasaan berdebar-debar yang sering
o.        premorbid personality  :                 kepribadian sebelum masyk rumah sakit
p.        discomfort feeling         :  perasaan tidak nyaman

     II.            Indetifikasi Masalah
a.        Ny. Cek Molek (30 th) masuk RSMH dengan keluhan sesak napas, berdebar-debar, dan nyeri epigastrik yang ia kira penyakit jantung.
b.        Dia juga terlihat cemas dan berkeringat dimana gejala berlangsung 1-3 kali dalam sebulan.
c.        Keluhannya sudah berlangsung sejak 2 tahun yang lalu, yang pada awalnya jarang namun semakin meningkat
d.        Hampir semua pemeriksaan menunjukkan hasil normal dan ia menginginkan pemeriksaan lebih lanjut dan ia masih menunjukkan gejala fisiknya.
e.        Dua tahun yang lalu, dia mengunjungi tetangganya yang meninggal karena serangan jantung akut dimana dari sanalah ia mengetahui gejalanya berupa palpitasi yang sering, nyeri dada dan ulu hati, dan perasaan tak nyaman.
f.         Beberapa hari kemudian dia berfikir jika dia meninggal, dia akan meninggalkan anak laki-lakinya yang akan memiliki ibu tiri. pikiran itu membuatnya depresi, cemas, dan berdebar.
g.        Kepribadian premorbidnya histrionic personality
  III.            Analisis Masalah
a.        Apa penyebab dan bagaimana terjadinya keluhan-keluhan berupa sesak napas, palpitasi, dan nyeri epigastrik?
b.        Mengapa ia terlihat cemas dan berkeringat hubunganya dng keluhan?
c.        Mengapa hasil pemeriksaan yang normal namun Keluhan ada?
d.        Apa pengaruh kunjungannya ke tetangga yang meninggal dengan keluhan-keluhannya ?
e.        Bagaimana terjadinya depresi, cemaas, dan berdebar-debar beberapa hari setelah kunjungan ke tetangga ?
f.         Mengapa keluhan semakin parah
g.        Bagaimana hubungan kepribadian histrionic dengan keluhan-keluhannya?
h.        Bagaimana penegakan diagnosisnya?
i.         Apa diagnosis kerjanya berdarkan diagnosis multiaksial?
j.         Apa saja diagnosis bandingnya?
k.        Bagaimana penatalaksanaannya?
l.         Bagaimana prognosisnya?
m.      Apa saja komplikasinya?
  IV.            Hipotesis
Ny. Cek Molek (30 th) mengalami disfungsi otonomik somatoform disorder.

    V.            Psikopatologis
Stomatoform disorder
1.       Pasien memiliki keluhan-keluhan gejala fisik yang berulang(sesak napas,epigastric pain,palpitasi)
2.       Pasien selalu meminta pemeriksaan medik lebih lanjut walaupun terbukti selalu negatif
3.       Penderita juga menyangkal dan menolak untuk membahas kemungkinan kaitan antara keluhan fisiknya dengan konflik dalam kehidupan yang di alaminya, bahkan meskipun di dapatkan gejala-gejala anxietas dan depresi



  VI.            Pembahasan
1.     Hub gejala


















Cemas Mrs cek molek disebabkan oleh karena memikirkan pikiran-pikiran negatif yaitu takut meninggal karena penyakit jantung seperti tetangganya .cemas adalah reaksi normal manusia terhadap stressor yang akan menghilang ketika manusia menjadi adaptif dengan keadaan itu. kecemasan disintegrasikan di sistem limbic dan selanjutnya meransang hipotalamus dan menyebabkan pelepasan hormon adrenalin dan hormon kortisol yang menimbulkan keluhan2(bedebar2 karena peningkatan denyut jantung,sesak napas karena kontriksi saluran pernapasan,berkeringat karena peningkatan kontraksi dinding tubulus,nyeri epigastrik karena peningkatan asam lambung)
a.       Mengapa hasil pemeriksaan yang normal namun Keluhan ada?
Karena keluhan tidak disebabkan oleh gangguan pada organ melainkan disebabkan oleh kecemasan dan keyakinan mengidap penyakit

b.      Hubungan kunjungannya ke tetangga 2 tahun lalu yang meninggal dengan keluhan-keluhannya ?
Kunjungan tetangga  meninggal adalah stressor pemicu cemas pada diri Mrs cek molek. dia takut meninggal karena penyakit yg sama ,meninggalkan anaknya dan suaminya kwin lagi.cemas akan menimbulkan respon fisiologis pada tubuh berupa keluhan yg dialami Mrs cek molek.
·         Skema ringkasnya:
·         Melihat tetangga meninggal sakit jantung->Cemas takut meninggal sperti tetangga->proses emosi disalurkan via saraf otonom vegetatif ke alat viseral->keluhan fisik
c.       Bagaimana hubungan kepribadian histrionic dengan keluhan-keluhannya?
·         .pribadi mudah tepengaruh peristiwa atau keadaan->cemas takut meninggal stelah melihat tetangganya
·         Pribadi melebih2kan masalah->muncul ide2 masalah/pikiran negatif terus menerus->gejala tambah parah akhir2 ini
·         Orang histrionik memilik kepribadian ingin diperhatikan,mungkin juga ia melebih2kan atau mendramatisasi sakit untuk mendapatkan perhatian

1.     Howtodiagnose
Diagnosis Multiaxial
¡      Aksis I
                                                à F 40-48 Gangguan neurotic, gangguan somatoform, dan 
                                             gangguan terkait stress.
àF 45.3Disfungsi otonomik somatoform
a)        Adanya gejala bangkitan otonomik(palpitasi,berkeringat,tremor,muka panas.menetap dan menggangu
b)        Gejala subjektf tambahan mengacu pada sistim atau organ tertentu
c)        Preokupasi dng dan penderitaan mengenai kemungkinan adanya gangguan serius dari sistim organ terttentu
d)        Tidak terbukti adanya gangguan yg cukup berarti pada organ yg dimaksud
§  F 45.30 jantung dan sistim kardiovaskuler
§  f.45.31.saluran pencernaan bagian atas
¡  Aksis II à F60.4 Gangguan Kepribadian Histrionik
§   Ekspresi emosi dibuat2(self daramatization),seperti bersandiwara(theatrically),dibesar-besarkan(extrageratelly)
§   Bersifat sugestif,Mudah dipengaruhi:oleh orang,keadaan
§   Afektif dangkal atau labil
§   Terus menerus mencari pengghargaan(appreciation),kegairahan(exictement) dan aktivitas diamana pasien menjadi pusat perhartian
§   Penampilan atau perilaku “meransang”(seductive) yg tidak memadai
§   Terlalu mementingkan penampilan fisik

¡  Aksis III à Tidak ada
¡  Aksis IV à Masalah Psikososial dan lingkungan  lain (mengunjungi
orang yang  meninggal akibat serangan jantung dan ia  mendapat informasi mengenai gejala penyakit serangan jantung).
¡  Aksis V à GAF scale 80-71, gejala sementara dan dapat diatasi,                         disabilitas ringan dalam social, pekerjaan, sekolah, dll.

Anamnesis
§  Ada gangguan Otonom (nyeri epigastrik,palpitasi,sesak napas)
§  Komplain sejak 2 tahun lalu
§  Walaupun telah dilakukan pemeriksaan medik dan tidak terbukti. Masih ingin mendapatkan pemeriksaan yang lebih lanjut atau rumit


Pemeriksaan fisik,pemeriksaan penunjang
§  Melakukan pemeriksaan medik dan terbukti tidak ad gangguan pada organ yg dimaksud
Interpretasi Interview
§  Tampak pemicu kecemasan adalah akibat dari melayat tetangga yg meninggal.Cemas bersifat patologis(berlebihan-tidak sesuai pada tempatnya) disebabkan oleh pribadi Histrionik yang suka melebih-lebihkan masalah.Dia takut akan meninggal dan tidak ada yang menurus anaknya, cemas akan menimbulkan respon fisiologi tubuh berupa palpitasi,dia ingat bahwa palpitasi adalah gejala penyakit tetangga nya yg meninggal tsb,meperkuat keyakinan dia akan meninggal sehingga muncul respon fisiologis yg lain berupa epigastric pain


2.     Differential Diagnose
Gangguan hipokondrik f.45.2
a)      keyakinan yang menetap adanya sekurang-kurangnya satu penyakit fisik yang serius yang melandasi keluhan-keluhannnya,meskipun pemeriksaan yang berulang ulang tidak menunjang adanya alasan fisik yang memadai atau adanya preokupasi yg menetap kemungkinan deformitas atau perubahan bentuk penampakkan fisiknya(tidak sampai waham)
b)    tidak mau menerima nasehat atau dukungan penjelasan dari beberapa dokter bahwa tidak ditemukan penyakit atau abnormalitas fisik yang melandasi keluhan keluhannya
3.     Working diagnosis
a)     Definisi
Gangguan pikiran yang sering dihubungkan dengan gejala fisik dan tanda gangguan psikiatrik
b)    Etiologi
c)       Penyebab genetik dan lingkungan yang menekan
d)      Memiliki orang tua yang somatisasi
e)      Rendahnya kemampuan untuk mengekspresikan emosi (alexithymia) mungkin menghasilkan somatisasi
f)       Alkoholik atau penyalahgunaan obat
g)      Histrionik

h)    Epidemiologi
a.       Prevalensinya lebih sering terjadi pada wanita daripada laki-laki , wanita : laki:laki = 10 : 1
b.      Biasanya dimulai saat masih anak-anak, remaja, dan dewasa muda. Tapi paling banyak terjadi pada orang dewasa sebelum usia 30 tahun.
c.       Prevalensinya 5 – 11% populasi.
d.      Pasien dengan riwayat keluarga pernah menderita gangguan somatoform (berisiko 10-20X)

i)       Faktor resiko
a)      Riwayat orang tua
b)      Pola asuh dalam keluarga yang salah
c)      Wanita
d)      Memiliki kepribadian yang mudah cemas
e)      Orang yang tertutup
f)       Alkoholism
g)      Penyalahgunaan obat

j)       Manisfestasi klinis
¡  Pasien memiliki keluhan-keluhan gejala fisik yang berulang(sesak napas,epigastric pain,palpitasi)
¡  Pasien selalu meminta pemeriksaan medik walaupun terbukti selalu negatif
¡  Penderita juga menyangkal dan menolak untuk membahas kemungkinan kaitan antara keluhan fisiknya dengan konflik dalam kehidupan yang di alaminya, bahkan meskipun di dapatkan gejala-gejala anxietas dan depresi

k)     Patofisiologi
Sudah diterangkan dibagian hubungan gejala dengan cemas
l)       Manajemen
§  Rujuk kepada psikiari untuk mendapatkan psikoterapi berupa:
·         Re-edukasi
·         Sugestive
·         Suportive
§  Psikoterpai ditujukan kepada pasien,suami dan keluarga
§  Madikamentosa:
anti depresan,Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRi)
a)      Imipramine (Tofranil)
menghambat reuptake norepinefrin atau serotonin (5-hydroxytryptamine, 5-HT)
Dosis: 50-75 mg PO qd initial; titrate gradually to 150 mg qd according to tolerance; range, 75-300 mg/d hs or in divided doses
b)      Fluoxetane (Prozae)
menghambat reuptake sertonin presinapsis dengan efek minimal atau tidak ada efek pada reuptake norepinefrin atau sertonin.
Dosis: 10-20 mg/d PO initial; 20-60 mg PO maintenance
c)       Maprotilin HCl
1)      Depresi ringan sampai dengan sedang 25 mg 1-3 x sehari atau 25-75 mg 1 x sehari tergantung dari beratnya gejala.
2)      Depresi berat 25 mg 3 x sehari atau 75 mg 1 x sehari. Maksimal: 150 mg/hari dalam dosis tunggal atau terbagi.
Lansia Awal 10 mg 3 x sehari atau 25 mg 1 x sehari. Bila perlu tingkatkan bertahap sampai 25 mg 3 x sehari atau 75 mg 1 x sehari

Antiaxietas:
Diazepam
·         Lovium,10-30mg/hari
Chlordiazepoxide
·         Cetrabium 15/30 mg/hari
Lorazopam
·         ativan 2-3x 10 mg/hari

m)  Prognosis
Dubia at Bonam
n)    Komplikasi
·         Depresi yang terus-menerus berakibat pada disability hingga keinginan untuk bunuh diri.
·         Iatrogenic complication, akibat tindakan intervensi medis.
·         Ketergantungan terhadap obat-obatan yang diberikan.

o)    KDU
3 A : Mampu mendiagnosis, melakukan terapi klinis, memberika terapi awal, dan merujuk ke spesialis untuk kasus gawat darurat



Senin, 03 Januari 2011

curhat lebai

errrr

kenapa saya nelangsa begini??


 tadi soca saya ancur


~~~~~~~~~~~~~~~saya lebai nulis patofisio,yg laen gak ketulis,padahal ini blok jiwa -w- blok dimana patofisio secara fisiologi belum jelas kebenarannya...mana how to diagnose sm multiaxialny ga bikin!!!!!akh~~~~~~~~~~~~~~

  kertas persentasi sy  tadi jugadi injek dosen-> koyak

*nungging*

klo dipikir2 beberapa hari ini sy banyak sial,mungkin saya lagi banyak dosa hahahah
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
kamis (mcq)

soalnya banyak mirip,dan ga bgtu jauh dri diktat,lumayan jauh mendingan dibanding blok kemaren *W*
,tadi yang make jeans/leeging dan ga make kemeja nilainya  bakaldi kurangi 5,*langsung ke rumah orang pinjem celana bahan,kedodoran*

Rabu, 29 Desember 2010

Bunuh Diri (Suicide)

BUNUH DIRI
        I.            Psikopatologi
·         Ada upaya atau kahayalan bunuh dri sebelumnya
·         Kecemasan,depresi,kelelahan
·         Ada gagasan bunuh diri
·         Membuat surat wasiat atau pesan

      II.            Pembahasan
A.      Hubungan gejala
1)      Hubungan kecemasan ,kelelahan dan depresif  dengan bunuh diri
Masalah-masalah >stressor>aksi bela diri(supresi,regresi,introyeksi)>gagal>mengalami keruntuhan karena stres(tahap 1:cemas->iritabel ->tidak bisa tidur,tahap 2:kontrol emosi menurun,untuk melakukan sesuatu butuh dorongan,tahap 3: energi habis,berubah menjadi orang lain,gangguan fungsi dasar seperti fungsi mengurus diri,fungsi sosial,fungsi pekerjaan)>cemas,lelah,depresi>tidak sanggup  dan tidak berdaya lagi menghadapi krisis>mencari jalan keluar untuk keluar dari krisis>bunuh diri
2)      Hubungan pribadi skizoid,skizophrenia dengan bunuh diri
Pribadi skizoid>tidak punya orang dekat,tempat berbagi>tidak puas dengan keadaan tersebut namun tidak terungkapkan>menimbulkan halusinasi(skizoprenia) untuk melukai diri/bunuh diri>sebenarnya merupakan pengungkapan dari penyalahan diri terhadap ketidak puasan yg dihadapi>bunuh diri
B.      How to diagnose
Riwayat ,tanda,dan gejala risiko bunuh diri
1.       Upaya atau khyalan bunuh diri sebelumnya
2.       Kecemasan,depresi ,kelelahan
3.       Tersedia alat2 untuk bunuh diri
4.       Kepedulian efek bunuh diri terhadap anggota keluarga
5.       Gagasan bunuh diri yg diungkapkan
6.       Membuat surat wasiat,ditandatangani setelah teragitasi
7.       Krisis hidup,seperti duka cita atau akan menjalani pembedahan
8.       Riwayat bunuh diri di keluarga
9.       Pesimisme keputusan pervasif
C.      Diferential Diagnosis
Percobaan bunuh diri (parasuicide): perbuatan merusak diri sendiri yang dilakukan dengan keinginan destruktif, tetapi tidak nyata atau ragu-ragu (sering disebut sebagai sikap bunuh diri) 
D.      Working diagnosis
a.       Defenisi
Kematian yang ditimbulkan oleh diri sendiri bertujuan untuk keluar dari masalah atau krisis
b.      Etiologi
1.       Faktor Sosial
a.       bunuh diri egoistik:bunuh diri karena tidak adanya integrasi kuat pada kelompok sosial->menjelaskan kenapa org yg tidak berkeluarga rentan bunuh diri,menjelaskan juga kenapa orang desa lebih banyak bunuh diri dri orang kota(org desa lebih sedikit integrasi sosial)
b.      bunuh diri altruistik:karena integrasi ke dalam masyrakat terganggu mengakibatkan mereka terhalang dari norma dan prilaku yg biasanya
c.       Bunuh diri anomik : karena ketidak stabilan,pada :ekonomi,sosial->menjelaskan org yg berubah ekonominya secara drastis mudah bunuh diri


2.       Faktor Psikologis
1.       Teori freud:bunuh diri adalah cerminan agresi yang dibelokkan ke dalam terhadap objek cinta yang terintroyeksi dan ditangkap secara ambivalen
2.       Teori Meningger :pembunuhan yang dibalikkan,sebagai akibat kemarahan terhadap orang lain yang dibalikkan kepada diri sendiri atau digunakan sebagai pengampunan akan hukuman
3.       Teori Teori baru;bunuh diri disebabkan khyalan pelaku bunuh diri apa akibatnya jika mereka melakukan bunuh diri.Khyalan itu antara lain:balas dendam,kekuatan,hukuman:untuk pertobatan,pengorbanan,atau pemulihan.pembebasan dst
3.       Faktor fisiologi
o   Genetika
Lebih besar risikonya 4x pada orang yang mempunyai riwayat bunuh diri dalam keluarga diabndingkan dengan yang tidak.Bisa dihubungkan dengan Gangguan mental genetik seperti skizoprenia,depresif
o   Neurokimiawi
Defesiensi serotonin,dan rendahnya kadar 5-HIAA dalam cairan serebrospinal
c.       Epidemiologi
·         Banyak terjadi pada orang gangguan jiwa: depresi,gangguan bipolar,skizoprenia
·         Laki :perempuan 3;1
·         Pada usia 15-44

d.      Faktor resiko
·         Laki2
o   Disebabkan metoda yang digunakan laki2 lebih besar tingkat kesuksesannya:pistol,gantung diri,lompat tempat tinggi.wanita kebanyakkan dng minum obat psikoaktif,mungkin ini disebabkan sifat wanita yg lebih ragu2 dibandingkan laki2

·         Usia
o   Pada usia produktif,disebabkan beban sosial yg meningkat pada usia tsb ,15-44
·         Status perkawinan
o   Pada orang yang tidak memiliki pasangan atau anak,disebakan tidak adanya tempat mencurahkan keluh kesah dan kesepian
·         Perkerjaan
o   Semakin tinggi status sosial,semakin banyak beban pikiran memicu bunuh diri
o   Orang pengangguran diakrenakan beban ekonomi
o    
·         Kesehatan fisik
o   Orang dengan penyakit berat disebabkan takut merasa sakit dan takut menyusahkan keluarga
·         Kesehatan Mental
o   Penyalah gunaan zat,skizofren,depresif
·         Ktergantungan obat dan alkohol

e.      Manisfestasi klinis
                                                              i.      Cara yang digunakan biasanya dilentukan oleh kebudayaan: gantung diri, tenggelam menembak diri sendiri, lompat dari bangunan yang tinggi atau lompat depan kereta api, kecelakaan lalu-lintas ketika mengendarai sendirian 
                                                            ii.      Minum obat dengan dosis berlebih merupakan cara yang paling sering 
                                                          iii.      Cara yang aneh dapat menunjukkan adanya penyakit psikosis 
                                                          iv.      Kira-kira satu diantara lima kasus meninggalkan catatan atau pesan 
                                                            v.      Mayoritas sebelumnya bunuh diri menyatakan keinginan untuk melakukannya, sehingga ancaman itu harus diperhatikan dengan seksama 
                                                          vi.      Penderita yang pernah sekali mencoba, menunjukkan angka bunuh diri yang lebih tinggi dan yang tidak pernah 
                                                        vii.      Gejala-gejala dan gangguan psikiatrik yang menyertainya 

f.        Patofisiologi
Masalah>tidak mampu mengatasinya>hilang harapan,tidak berdaya,lelah berusaha>keinginan untuk bebas lepas dari krisis>Bunuh diri
g.       Manajemen
·         Pada pendenta yang mengancam untuk bunuh diri, dokter harus berusaha untuk membentuk hubungan, menawarkan untuk membcri pertolongan , dan mengikutsertakan keluarga dan teman- teman 
·         Penyakit psikiatrik yang mendasarinya harus diobati tetapi harus berhati-hati jangan sampai malah menyediakan obat untuk melakukan bunuh diri 
·         Perlu dan observasi lanjutan yang sering dan menyeluruh Pertanyaan tentang pikiran untuk bunuh diri tidak harus dihindari; tidak terbukti hal itu "memberi ide pada penderita" 
·         Kewaspadaan khusus diperlukan bagi penderita yang pernah melakukan satu kali atau lebih usaha bunuh diri 
·         Penilaian psikiatrik sejak awal perlu dilakukan setelah suatu pengobatan gawat darurat di rumah sakit akibat usaha bunuh diri 
                                                                                                           
h.      Komplikasi
kematian
i.         Prognosis
·         Banyak penderita yang mencoba bunuh diri tidak akan melakukannya lagi 
·         Beberapa akan melakukan percobaan berkali-kali 
·         Berlawanan dengan semua pengobatan, beberapa yang akhirnya berhasil juga melakukan bunuh diri

j.        KDU